Manfaat Kopi Hubungannya Dengan Penuaan Lebih Lambat Terungkap

Selasa, 06 Januari 2026 | 10:00:41 WIB
Manfaat Kopi Hubungannya Dengan Penuaan Lebih Lambat Terungkap

JAKARTA - Bagi sebagian orang, hari belum benar-benar dimulai sebelum menyeruput secangkir kopi. Aroma dan rasa pahit khasnya sering dianggap penambah semangat serta pengusir kantuk. 

Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa kopi menyimpan potensi lebih dari sekadar minuman penyemangat. Konsumsi kopi dalam takaran tertentu ternyata berkaitan dengan penuaan biologis yang melambat, bahkan setara beberapa tahun lebih muda dibandingkan orang yang jarang meminumnya.

Temuan ini muncul dari riset yang dipublikasikan di BMJ Mental Health, membuka kembali diskusi tentang peran kopi dalam kesehatan tubuh, khususnya terkait proses penuaan. Penelitian tersebut tidak menyoroti manfaat sesaat, melainkan melihat bagaimana kopi mungkin memengaruhi sel tubuh dalam jangka panjang.

Hubungan Kopi Dan Penuaan Biologis

Dalam penelitian tersebut, para ilmuwan meneliti 436 orang dewasa dengan kondisi kesehatan mental serius seperti skizofrenia, depresi, dan gangguan bipolar. 

Setiap peserta dikelompokkan berdasarkan jumlah kopi yang mereka konsumsi setiap hari, lalu dianalisis kaitannya dengan tanda penuaan biologis.

Hasilnya menarik: mereka yang rutin minum tiga hingga empat cangkir kopi per hari memiliki telomer yang lebih panjang dibandingkan peserta yang tidak mengonsumsi kopi. 

Telomer adalah struktur pelindung di ujung kromosom yang menjaga materi genetik. Ketika telomer memendek, sel menjadi lebih cepat menua dan rentan rusak.

Dengan kata lain, telomer yang lebih panjang sering dikaitkan dengan usia biologis yang lebih muda, meski usia kronologis — usia sesuai tanggal lahir tetap sama. Pada penelitian ini, peserta yang minum kopi dalam jumlah sedang diperkirakan memiliki tingkat penuaan biologis sekitar lima tahun lebih lambat.

Apa Sebenarnya Yang Dimaksud Usia Biologis

Usia biologis menggambarkan kondisi sel dan jaringan tubuh, bukan angka yang tertera di KTP. Faktor seperti genetika, nutrisi, gaya hidup, dan stres oksidatif memengaruhi bagaimana tubuh menua.

Jika telomer memendek terlalu cepat, risiko penyakit kronis meningkat dan proses penuaan berjalan lebih agresif. Sebaliknya, telomer yang tetap lebih panjang menunjukkan perlindungan sel yang lebih baik.

Di sinilah kopi diduga berperan. Para ahli menilai kandungan antioksidan dan sifat antiinflamasi pada kopi membantu melindungi sel dari kerusakan akibat radikal bebas serta peradangan dua faktor utama yang mempercepat pemendekan telomer.

Peran Senyawa Aktif Dalam Kopi

Dalam setiap cangkir kopi, terdapat berbagai senyawa bioaktif, termasuk polifenol. Senyawa ini membantu menurunkan dampak stres oksidatif yang terjadi ketika jumlah radikal bebas melebihi kemampuan tubuh untuk menetralkannya.

Dengan perlindungan tersebut, proses pemendekan telomer dapat melambat, sehingga penuaan pada tingkat sel berjalan lebih pelan. Mekanisme inilah yang membuat para peneliti menduga bahwa kebiasaan minum kopi — ketika dilakukan secara wajar — mungkin ikut memberi manfaat bagi kesehatan jangka panjang.

Meski begitu, para ahli tetap menekankan bahwa manfaat kopi tidak berdiri sendiri. Pola makan seimbang, aktivitas fisik, manajemen stres, dan tidur cukup tetap menjadi fondasi utama kesehatan.

Pentingnya Batas Aman Konsumsi

Walaupun hasil penelitian tampak menjanjikan, konsumsi kopi tetap perlu dibatasi. Rekomendasi para ahli adalah maksimal tiga hingga empat cangkir per hari jumlah yang juga digunakan dalam penelitian.

Ketika dikonsumsi melebihi batas tersebut, manfaatnya tidak bertambah, bahkan bisa menghilang. Terlalu banyak kafein dapat memicu jantung berdebar, susah tidur, gangguan pencernaan, hingga meningkatkan kecemasan pada sebagian orang.

Karena itu, kebiasaan minum kopi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi tubuh. Mereka yang memiliki masalah kesehatan tertentu, sedang hamil, atau menggunakan obat tertentu sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga medis sebelum menjadikan kopi sebagai rutinitas harian.

Pada akhirnya, kopi bukan “ramuan awet muda”, tetapi minuman yang bila diminum dalam batas wajar dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat. 

Menikmatinya secara bijak memberi kesempatan bagi tubuh mendapat manfaat tanpa menanggung efek samping yang tak diinginkan.

Terkini